PENANGANAN KONTAINER OTOMATIS GENERASI BERIKUTNYA

DIRESMIKAN DI TERMINAL TELUK LAMONG, SURABAYA, INDONESIA

c1.jpeg

SIARAN PERS

Penanganan kontainer otomatis generasi berikutnya diresmikan di Surabaya, Indonesia

Pada waktu pagi hari Jumat, 22 Mei, Terminal Teluk Lamong di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, diresmikan oleh Presiden Indonesia dan para pejabat terhormat. Acara itu merupakan momen bersejarah bagi Indonesia, sebuah tonggak pencapaian penting dalam program pengembangan transportasi di negara itu yang akan meningkatkan perpindahan barang melalui jalur perairannya yang luas. Sistem penanganan kontainer otomatis di Terminal Teluk Lamong disediakan oleh Konecranes. 

Terminal Teluk Lamong yang baru diresmikan merupakan perhiasan di mahkota Negara Indonesia operator terminal milik PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), "Pelindo III". Sistem penanganan kontainer otomatisnya, yang disediakan oleh Konecranes, terdiri atas 20 Automated Stacking Crane (ASC), Remote Operating Station (ROS), dan infrastruktur lapangan kontainer terkait. Konecranes juga menyediakan 10 Ship-to-Shore (STS) crane dan 5 straddle carrier. Penyerahan blok kontainer otomatis berlangsung lancar. Konecranes menyediakan dukungan teknisi ahli di lokasi.

 “Terminal Teluk Lamong adalah terminal kontainer generasi berikutnya. Berkat keandalan, produktivitas, prediktabilitas, dan keselamatan yang disediakan oleh sistem penanganan kontainer otomatis dari Konecranes, kami akan menyediakan alur kontainer yang andal dan bebas gangguan kepada para pelanggan ini pengapalan kami. Ini merupakan kunci untuk membangun kesuksesan bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Bapak Prasetyadi, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong.

Ini generasi berikutnya

Sistem penanganan kontainer otomatis di Terminal Teluk Lamong mencakup serangkaian peningkatan teknologi, termasuk redundansi yang lebih kuat dalam desain, dan peningkatan Remote Operating Station (ROS) dan Antarmuka Pengguna Grafik (GUI).

Yang paling penting, teknologi Active Load Control yang unik dari Konecranes kini diperluas dengan sistem visi mesin canggih yang mendeteksi kontainer dan profil kontainer dengan presisi yang luar biasa. Saat kontainer mendekati target, profil kontainer menjadi lebih akurat. Efek debu, kabut, dll. bisa diminimalkan. Sistem tersebut merasakan tumpukan kontainer dari sudut pandang pembongkaran, dan melakukan canyon driving. Proses penanganan kontainer otomatis menjadi lebih akurat dan bisa diprediksi. 

Menguasai blok bangunan 

Sistem penanganan kontainer otomatis di Terminal Teluk Lamong dirancang dan dibangun oleh Konecranes di seluruh bagian unsurnya: mulai dari sistem Active Load Control dari ASC yang membuat kontainer tidak akan terayun, hingga perangkat lunak dan teknologi otomatis, dan GUI dari Remote Operating Station.

Konecranes menguasai semua blok bangunan dari terminal kontainer otomatis, dan mengonsolidasikan semua antarmuka otomasi. Di inti sistem itu, Konecranes menyediakan teknologi otomasinya sendiri, yang dirancang dan dibangun secara internal untuk berfungsi secara lancar di seluruh sistem.
Pekka Lundmark, CEO dan Presiden Konecranes, menghadiri upacara peresmian tersebut. "Ini adalah hari penting bagi Konecranes dan Indonesia. Masa depan Terminal Teluk Lamong sangat cerah. Saya yakin Terminal ini akan meraih kesuksesan bisnis yang langgeng," katanya.

Content bottom