You are here

BEBAN BERLEBIH - BEBAN RODA, TROLI

BEBAN BERLEBIH - Beban kait lebih besar dibandingkan beban terukur.

DIAMETER PITCH - Jarak yang diukur dari bagian tengah drum atau sheave,  dari bagian tengah ke bagian tengah tali yang melintas di sekitar batas luar drum atau sheave.

KONEKTOR - Untuk mengoperasikan kontroler dengan cara membalik urutan fase atau polaritas tegangan lini motor sebelum rotasi motor berhenti. Dengan demikian, kontratorsi akan dihasilkan dan bertindak sebagai gaya lambat.

RELAI TERSAMBUNG - Relai aktif yang digunakan pada panel kontrol anjungan atau troli untuk mendeteksi arus dalam sirkuit sekunder motor pada motor arus bolak balik dan membatasi torsi balikan motor ke titik kontrol pertama hingga rotasi motor berhenti. Pada panel kontrol arus searah, relai menjalankan fungsi yang sama dengan membangun sirkuit deteksi yang dipatenkan pada jangkar motor. (Terkadang disebut relai antipenyambungan.)

REL, ANJUNGAN - Jalur yang didukung oleh girder anjungan sebagai tempat perpindahan troli.

REL, LANDASAN - Jalur yang didukung oleh gandar landasan sebagai tempat perpindahan crane.

UJUNG KANAN - Acuan untuk komponen atau dimensi di sebelah kanan pengamat dari bagian tengah rentang, ditetapkan saat menghadap sisi girder penggerak pada crane.

TEGANGAN SEKUNDER - Tegangan induksi sirkuit terbuka dalam rotor pada motor rotor gulung (ring slip) saat berhenti, seperti diukur melalui ring slip dengan tegangan terukur diterapkan pada kumparan (stator) primer.

SHAFT, SILANG (SHAFT KUADRAT) (SHAFT PENGGERAK) - Shaft memperpanjang anjungan, digunakan untuk mentransmisi torsi dari motor ke roda di setiap ujung anjungan.

DAYA TARIK SAMPING - Bagian daya tarik tali hoist yang berfungsi secara horizontal bila tali hoist tidak dioperasikan secara vertikal.

RENTANG - Jarak horizontal bagian tengah ke bagian tengah rel landasan.

DAYA BALIK PEGAS - Perangkat yang digunakan pada kontroler manual, sakelar master, atau tombol untuk mengembalikan unit secara otomatis ke posisi netral bila dilepaskan oleh operator.

TORSI, ROTOR TERKUNCI - Torsi minimum yang akan dikembangkan oleh motor sangkar tupai pada saat berhenti untuk semua posisi sudut rotor, dengan tegangan terukur diterapkan pada frekuensi terukur. Tidak berlaku untuk motor rotor gulung (ring slip).

TORSI, GANGGUAN MOTOR - Torsi maksimum yang dihasilkan oleh motor sangkar tupai atau motor rotor gulung (ring slip) dengan tegangan terukur diterapkan pada frekuensi terukur, tanpa penurunan kecepatan yang tidak terduga.

TORSI, BEBAN PENUH MOTOR - Torsi yang dikembangkan oleh motor listrik (AC atau DC) untuk memproduksi tenaga kuda terukur pada kecepatan beban penuh yang terukur.

TORSI, PULL-UP MOTOR - Torsi minimum yang dikembangkan oleh motor sangkar tupai atau motor rotor gulung (ring slip) selama periode akselerasi dari saat berhenti hingga pada tingkat kecepatan saat torsi kerusakan terjadi. Untuk motor sangkar tupai dengan slip 8% atau yang lebih besar, torsi pull-up, torsi gangguan, dan torsi awal memiliki nilai yang sama dan terjadi pada tingkat kecepatan nol.

TWO-BLOCKING - Kontak fisik yang tidak disengaja antara blok beban dan blok atas atau komponen lain pada troli.

PELAT JARINGAN - Pelat vertikal yang menghubungkan flensa atas dan bawah atau pelat penutup girder.

JARAK RODA - Jarak dari bagian tengah ke bagian tengah roda anjungan atau troli terjauh yang diukur secara paralel terhadap rel.

BEBAN RODA, ANJUNGAN - Gaya vertikal (tanpa benturan) yang dihasilkan pada roda anjungan dengan menjumlahkan beban terukur, bobot troli, dan bobot anjungan, dengan posisi troli pada anjungan untuk memberikan beban maksimum.

BEBAN RODA, TROLI - Gaya vertikal (tanpa benturan) yang dihasilkan pada roda troli dengan menjumlahkan beban terukur dan bobot troli.